✔ Tuhan Membuat Hal Yang Tak Berarti Menjadi Berarti
Ketika Musa hanya menjadi seorang gembala kambing domba mertuanya, hidupnya terlupakan tidak ada arti apa-apa ia hanya bersama kawanan kambing domba di padang, mengerjakan pekerjaan yang sepele yang bukan bidangnya, bukan minatnya, tapi harus di kerjakan karena kondisi yang menuntut ia mengerjakan itu.
Kalau di lihat dari latar belakangnya Musa bukan orang yang bodoh, ia memiliki pendidikan yang bagus sewaktu hidup di istana Mesir, pada waktu itu Mesir sudah memiliki peradapan yang jauh lebih maju di bandingkan bangas-bangsa lain dan Musa di besarkan disana tentunya ia belajar banyak hal, mengenai pemmerintahan, kepemimpinan, politik dan sebagainya apa lagi ia anak angkat putri raja sudah barang tentu semuanya itu ia pasti dapatkan.
Tetapi perjalanan hidupnya berkata lain, ia menjadi gembala kambing domba, hal ini menjadikan tekanan berat Musa secara mental. Terbukti ketika ia bertemu dengan Allah dan Allah mengutusnya, tetapi Musa berkata ke pada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?" (Keluaran 3:11). Musa kehilangan jati dirinya yang sesungguhnya, ia menjadi penakut, ia rendah diri merasa bukan apa-apa, ia merasa tidak mampu menjalankan tugas tersebut.
Kondisi dan situasi boleh berubah di dalam perjalanan hidup kita, akan tetapi jangan sampai kita kehilangan jati diri kita yang baik itu, jangan sampai kita kehilangan pengharapan sehingga membuat kita menjadi putus asa, takut dan lemah. Tetaplah percaya kalau Tuhan sanggup memulihkan keberadaan kita, disaat kita hancur, terpuruk, jatuh dan tidak lagi berarti sekalipun, Tuhan masih sanggup menjadikan dan memberi arti lagi di dalam hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar